“Namaku Reina, aku lebih suka dipanggil Rein, karna aku suka hujan” ciahhhhahahah kutipan -MagicHours.
Assalamualaikum.. Teman-teman sholeh dan sholehahku…
Gimana kabar kalian? Semoga malam minggunya tetap aman ya..
Hmm dimalam yang sedang hujan ini, malam minggu yang penuh kesepian ini, dan malam dingin yang butuh pelukan ini.. eits belum boleh heheh, aku mau bahas tentang Rein. Eh salah, “Rain” maksudnya. Yes, HUJAN.
“Hujan adalah salah satu cuaca dari sekian banyak cuaca yang selalu dianggap menjadi penyebab masalah pada semua orang. Oke mari kita bahas sekilas. Anak flu, batuk, ibunya bilang karna kena air Hujan, padahal salah ANAK-nya kenapa hujan-hujanan? Kan jadi flu dan batuk. Terus kasus banjir, banyak orang bilang karna curah Hujan yang tinggi, apalagi kalo Jakarta kena banjir nanti yang jadi pembahasan, di Bogor hujan, terus airnya ngalir ke Jakarta. Padahal yang salah apa? SAMPAH. Oke temen-temen.. Sampah ya, coba buangnya ga sembarangan pasti ga akan banjir. Terus, para manusia bucin nih, kalo si dia-Nya pergi, pasti setelah Senja yang selalu di salahkan ada Hujan juga yang selalu jadi korban. “Hujan.. Kau datangkan dia kedalam pelukan, tapi kau pula yang menyebabkan-Nya meninggalkan” haduh… Kamu-nya aja kali yang terlalu cemburuan, jadi ditinggalin kan.”
Yang sependapat, boleh sekarang keluar rumah, nikmati betapa indahnya deret demi deret tirai hujan.
Blog kali ini aku bukan mau jelasin tentang proses turunya hujan ya… Tapi aku mau explain bahwa hujan yang selama ini sering terkesan menakutkan, sebenarnya sangat mengesankan. Kenapa begitu? Mari kita simak.
Mungkin guntur hujan selalu menakutkan, apalagi dibarengi kilat yang melesat, dan angin kencang yang menggoyang. Dan disitulah kadang hujan terkesan menyeramkan juga menakutkan. Tapi perlu teman-teman ketahui, hujan juga memiliki manfaat yang baik. Salah satunya dalam hal romantisme.
Hujan itu romantis. Kenapa?? Karna hujan sudah berhasil menahan seorang ayah untuk pergi memancing dan memilih diam dirumah menikmati teh dan kopi hangat bersama anak istrinya, hujan juga sudah menahan beberapa teman-teman kampus ataupun sekolah lainnya untuk pulang lebih awal dan lebih memilih menunggu hujan reda sehingga bisa menghabiskan waktu dan tertawa bersama, dan karna hujan pulalah yang berhasil menyatukan kembali pasangan yang terpaksa berteduh bersama, saling melindungi sama-sama, padahal sebenarnya sedang ditidak ada kata diantara mereka (bukan yang pacaran, yang udah nikah).
Masyaallah kan teman-teman? Sejatinya hujan itu mempersatukan bukan memisahkan, hujan juga bukan pembawa masalah, tapi hujan penyelesai masalah.
Puisi
Hujan
Hujan lebat di kota itu,
Mengantarkan ku ingat pada sesuatu.
Seorang pria tampan nan lugu,
Percaya diri datang menghampiriku.
Tak ada kata juga sapa,
Hanya menatap dan itu tak kuasa.
Terbesit di hati bertanya,
Siapakah dia yang maha Esa?
Pertemuan indah yang begitu singkat,
Salah jika hati tak terikat.
Hingga tiba dimana rasa begitu berat,
Meninggalkan kotanya aku tak kuat.
Hujan..
Sampaikan ini pada sang pujaan,
Hati bimbang terkena terpaan.
Semenjak berteduh bersamaan,
Menciptakan lekuk sebuah senyuman.
Aku tak pernah tahu namanya,
Aku pun tak tahu akhlaknya,
Tapi mata teduh miliknya,
Mampu menarik jiwa yang ku punya.
Hujan..
Kau dikenal membahagiakan hati
Karna hadir mu menciptakan pelangi,
Dan kini itu benar-benar terbukti,
Kau berikan jawaban hati masa depanku nanti.
Setelah ditelaah ternyata ini bucin ya teman-teman.. Heheh *astagfirullah… Aku hanya sekedar ingin menghibur ya, dan mewujudkan inspirasi yang telah aku dapat dari sang inspirator rahasia. Jadi ga ada unsur apa-apa oke.. Cocok kok buat kalian yang suka baca. Pesan dari blog ku ini yaitu, “Jangan dulu menyalahkan apapun dan siapapun sebelum kita tahu apa penyebab yang menjadi suatu kesalahan itu sendiri”.
Sekian, Wassalamu’alaikum..


