Bogor, 2006
Saat itu sekolah sangat ramai, orang-orang hilir mudik dengan masing-masing kesibukan. Terlihat dari kejauhan tertempel papan judul bertuliskan “Ruang Pendaftaran”, Ibu Jani pun bergegas menarik tangan Jani dan mengajaknya kesana. Sesampainya disana, ruangan yang cukup besar itu terlihat cukup padat. Ada yang sedang mendaftar, ada juga yang sedang dites dasar sebagai salah satu syarat penerimaan murid.
“Mereka lagi ngapain bu?” tanya Jani begitu polos.
“Mereka itu lagi di tes, salah satu syarat bisa diterima disekolah ini atau engga?” Ibu menjelaskan begitu teliti sambil mengusap rambut Jani. Dan Jani, hanya mengangguk entah mengerti atau tidak.
Namun ada beberapa kejanggalan yang Ibu Jani lihat diruangan ini. Mayoritas, orang tua calon murid yang sudah dites anaknya, mereka memberikan beberapa lembar uang. Ada yang mengendap-ngendap, adapula yang secara terang-terangan. Ibu Anjani hanya geleng-geleng kepala, dan tak abis pikir atas tindakan tersebut. Ya, bisa dibilang jalan pintas yang terlarang demi kebaikan yang tergolong memaksakan. Uang licin. “Astaghfirullah, jauhilah saya dari perbuatan itu ya allah.” Ucap ibu Anjani didalam hati. “Hamba yakin, anak hamba ini bisa lolos dengan cara yang sehat, Aamiin..” Lanjutnya.
Ibu Jani pun bergegas mencari meja pendaftaran lalu langsung menghampirinya. Dengan segala berkas yang menjadi syaratnya, Ibu Jani pun mengisi formulir dan mendapatkan nomor urut tes untuk Jani yang ke 15. Jani yang berada dibelakang ibunya, terus berdoa dengan posisi tangan didepan wajahnya. Entah apa isi doanya, yang jelas Ibu Jani bangga melihatnya.
Setelah hampir 20 menit menunggu, “Anjani Ningsih??” terdengar nama Anjani dipanggil. Anjani yang sedari tadi duduk, sambil melihat-lihat isi ruang kelas yang begitu menarik, langsung berdiri dan sedikit berlari menghampiri meja tes. Dimeja itu terlihat jelas seorang wanita yang cantik, yang sudah pasti wanita itu adalah salah satu guru disekolah tersebut.
“Hallo cantik.. ” Sapanya begitu lembut, Jani hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya. “Siapa nama lengkapnya?” tanya Ibu guru itu kembali.
“Nama saya Anjani Ningsih, bu. ” jawab Jani dengan percaya dirinya.
“Anjani usianya berapa tahun?” Ibu guru kembali menyapa dengan senyuman halusnya.
“Umur Jani sekarang 5 tahun setengah, bu.” Anjani menjawab lagi tanpa gugup.
“Wah, hebat ya kamu.. Belum genap 6 tahun, sudah lulus TK” Jawab ibu guru tak menyangka.
Anjani memang tergolong anak yang cerdas, dia menyelesaikan masa belajarnya saat di bangku Taman Kanak-Kanak hanya dalam kurun waktu satu tahun, gurunya saat di Taman Kanak-Kanak dulu, sepakat untuk langsung menaikan Jani dari TK A ke TK B, karena menurut mereka, kapasitas otak Jani cukup dianggap mampu jika langsung dinaikan lagi ketingkatan yang lebih tinggi.
Dan terbukti, saat di TK B dia mampu meraih juara ke 3, sedangkan yang meraih juara 1 juga 2 adalah murid yang dari awal sudah berada di TK B. Bisa dibilang Anjani ini hebat, karna meskipun usianya lebih muda dari teman-teman yang lainnya, tapi dia bisa mengalahkan temannya yang lebih lama berada di sana. Kisaran 6 bulan awal dia di TK A lalu 6 bulan kemudiannya di TK B. Itulah sebabnya Anjani bisa lulus dari Taman Kanak-Kanak diusianya yang cukup begitu muda. Sedangkan, teman sebayanya yang dulu di TK A, sekarang baru saja naik ketingkatan TK B.
“Oke Jani, sekarang ibu mau tes kemampuan membaca, menulis, dan menghitung kamu. Juga mengetes warna-warna apa saja yang sudah Jani tahu.” Jelas ibu guru itu dengan detail. Dan Jani hanya mengangguk begitu cepat. Semangatnya menggebu, yang ada dipikirannya saat ini adalah pelajaran-pelajaran yang pernah diajarkan oleh gurunya saat di Taman Kanak-Kanak dulu.
Bagaimana cerita selanjutnya? Apakah Jani mampu mengerjakan tes dari gurunya? Lalu bisakah gadis kecil yang gigih dan berani ini lolos ke sekolah yang diimpikannya?? Nantikan cerita selanjutnya yaaa teman-teman.

Kalo beneran ada anjani kebayang sekarang dia kaya apa pinternya 🙂
SukaDisukai oleh 1 orang
Kisah ini diambil dari kisah nyata kak. Insyaallah 95% benar adanya. Sisanya pelengkap agar lebih seru saja. 😊😊😊
SukaDisukai oleh 1 orang