Orang Tua, Tidak Dikategorikan

Malaikat kehidupan? Siapakah Dia?

Assalamu’alaikum teman-teman.. Bagaimana kabar kalian para sang readers?
Blog sebelumnya aku membahas tentang Seorang Ayah, di blog kali ini udah pasti dong, aku akan bahas pasangan dari seorang ayah. Yaituuu IBU. Selamat membaca… Dan semoga bermanfaat karna pembahasan kita kali ini adalah wanita terhebat sepanjang masa.

Jadi, sebelum aku buat blog ini aku melakukan survei terlebih dahulu kepada teman-teman yang ada disekelilingku mengenai pandangan mereka tentang seorang Ibu. Dan hasil survei yang telah aku dapat begitu menohok hati. Inilah beberapa hasil surveiku mengenai tanggapan orang-orang menilai Ibu didalam hidupnya. Pertama, ada yang menyatakan bahwa ibu adalah makalaikat pelindung baginya, ada juga yang bilang ibu itu sumber kehidupan dihidupnya, bahkan ada yang menggambarkan ibu itu sebagai sutra karna kelembutannya, lalu ada lagi yang menyatakan bahwa ibu adalah hal yang paling terpenting, dan jawaban ini, jawaban yang paling banyak aku temukan dari mereka yaitu, ibu tak bisa digambarkan oleh hal apapun. Sudah jelas itu semua adalah jawaban yang benar, tepat, dan pas.

Ibu. Bahkan saya sendiripun bingung menggambarkan sesosok wanita ini. Entah apa yang dimilikinya? Semua hal yang dilakukannya selalu didasari kasih dan sayang. Setiap apa yang diucapkannya selalu menghasilkan suatu kebenaran. Entah apa yang dimilikinya? Semacam kekuatan super yang tak pernah ada duanya, yang tak bisa siapapun untuk menandiginya. Bahkan sang penciptapun ALLAH SWT, akan berkehendak sesuai bagaimana ridhonya. Sungguh mulia bukan? Bayangkan jika hidup ini tak ada seorang ibu, akan semerana apa kita nanti? Sekacaw apa hidup ini? Jika mereka tidak ditakdirkan hadir didunia. Bahkan wasilahnya kita ada didunia pun melalui orang tua kita salah satunya seorang Ibu. Wanita yang mendapat julukan dengan berbagai macam ini merupakan wanita terkuat sepanjang masa, wanita terhebat sepanjang zaman, dan wanita yang tidak tergantikan oleh siapapun.

Sungguh rugi bagi mereka yang durhaka terhadap ibunya, yang menelantarkan ibunya, dan yang bersikap seakan tak butuh sosok seorang ibu. Mereka tidak akan mendapat bahagianya menjadi seorang anak, mereka tidak akan mendapat nikmatnya kasih sayang dari seorang ibu, akibat perbuatannya. Karna mulai dari dalam kandungan sampai sekarang apa yang ibu beri pada anaknya tidak akan ada rubahnya. Sungguh akan bahagia hidup mereka jika rule motivationnya adalah seorang ibu. Dan itulah yang saya tanamkan selama ini. Saya tidak bilang saya adalah anak yang baik, tapi sepanjang saya masih bisa bernafas, saya akan selalu patuh pada kedua orang tua saya, dan khususnya ibu saya. Saya menjadikan ibu adalah idola dihidup saya. Bukan artis korea, bukan aktris/aktor ternama, ataupun para atlet muda, yang saya jadikan idola. Tapi sang ibu lah sosok idola saya yang sebenarnya. Darinya saya mendapat banyak pelajaran tentang kehidupan. Darinya saya belajar bagaimana kita harus bersabar, bersabar, dan bersabar menghadapi dunia.

Teman-teman… Ini yang harus saya tegaskan pada kalian. Jika kalian merasa ibu kalian bawel, cerewet, galak, Atau hal apapun lainnya.. Percayalah semua yang mereka lakukan didasari dengan kasih dan sayang. Bukan semata-mata mereka jahat, justru harus dipertanyakan jika ada seorang ibu yang tidak bawel, tidak cerewet, ataupun tidak galak. Karna itulah ciri khas dari mereka. Ciri khas seorang ibu dalam menunjukkan rasa cintanya kepada kita. Bahkan tanpa segan mereka memeluk, mencium, dan rela mengarang sebuah cerita semenarik mungkin demi kita tertidur lelap dimalam hari. Ingatlah! Hal itu yang nanti akan kalian rindukan dari seorang ibu. Untuk kamu yang sedang sibuk sekolah, kamu yang sibuk bekerja, dan kamu yang sibuk mengurusi anak dan pasanganya.. Tengoklah sesekali ibumu, lihatlah perjuangannya selama ini, tanyalah kabarnya, berilah perhatian-perhatian manis untuknya. Setidaknya buatlah hatinya bahagia. Karna kebahagian seorang ibulah sumber dari kesuksesan seorang anak. Percaya lah itu.
Malaikat kehidupan, aku percaya itu ada. Dan itu adalah dia… Ibu..

Orang Tua, Tidak Dikategorikan

“KENAPA SEORANG AYAH SELALU DINILAI ACUH?”

Assalamu’alaikum teman-teman..
Sebelumnya aku ingin bertanya, apakah disini ada yang selalu merasa bahwa sang ayah itu acuh?? Jika ada, itu adalah asumsi yang sangat salah! Kalo begitu, mari simak blog baruku ini, yang insyaallah akan memberikan kalian beberapa pengetahuan tentang Seorang Ayah.

Ayah adalah seorang pria yang pertama kali hadir dalam kehidupan kita. Beliaulah orang pertama yang menanti dan menyambut kehadiran buah hatinya ke dunia ini. Sebagai seorang ayah, beliau akan selalu menjaga dan merawat buah hatinya dengan penuh cinta meskipun belum nyata rupanya. Tapi perlu diketahui, ayah adalah sosok yang paling sulit untuk menunjukan rasa sayang kepada sang buah hati. Bukan tak tulus, tapi bagi mereka rasa sayang bukanlah hal yang perlu diumbar. Beliau hanya bersikap seadanya layaknya menjalankan tugas seorang pemimpin disebuah keluarga. Sehingga, seorang ayah selalu terkesan acuh pada buah hatinya, padabal jauh dilubuk hatinya yang paling dalam beliau begitu mencintai buah hatinya, darah dagingnya apalagi kepada seorang anak perempuan. Ada segerat rasa kekhawatiran dilubuknya, bagaimana anak perempuannya nanti ketika sudah menikah? Akankah sang suaminya nanti akan menjaga putrinya itu seperti beliau menjaganya? Akankah putrinya bahagia bersama suaminya nanti? Dan pertanyaan lain yang menghantui hati juga pikirannya.

Berbeda dengan seorang ibu, dia akan begitu menunjukkan rasa kasih dan sayang kepada buah hatinya. Memeluk, mencium kening, mendengarkan curahan hati anak, bahkan rela mengarang cerita semenarik mungkin demi anaknya agar tertidur lelap. Sungguh berbeda bukan? Tapi disitulah keindahnya.. Mereka memiliki rasa sayang dan cinta yang sama, namun cara penyampaiannya yang berbeda. Jadi teman-teman.. Salah Jika kita berasumsi seorang ayah tidak memiliki rasa peduli, jika seorang ayah selalu bersikap acuh, bahkan menilai mereka terlalu sibuk bekerja. Karna sejatinya.. Seorang ayah akan selalu mencintai buah hati nya, tanpa harus dijabarkan sedemikian rupa. Karna, untuk menunjukkan rasa itu adalah boomerang baginya. Itu semua berkat Allah SWT yang menganugrahkan hati seorang pria (yaitu ayah) tak selembut dan sepeka seorang ibu. Tapi bukan berarti mereka tidak memiliki perasaan, kadar perasaan seorang ayah berbeda dengan seorang ibu.

Oleh karena itu, kita sebagai seorang anak harus tau hal ini. Agar kita tidak memiliki pikiran yang negatif terhadap ayah kita. Percayalah, tak ada pria lain yang melebihi cintanya beliau (sang ayah) kepada kita (buah hati) kesayangannya. Mengertilah pada posisi seorang ayah, yang rela berkeringat dari pagi hingga malam bekerja demi menghidupi anak dan istrinya. Sesekali hampirilah dia, pandang wajah lusuh yang penuh dengan kerutan lelahnya, tatap lah dua sorot sinar matanya dengan tatapan hangat milikmu. Tanyalah kabarnya, berilah perhatian-perhatian kecil padanya, buatlah ia merasa berharga dimatamu. Percayalah, itu yang mereka ingin dan harapkan dari sang buah hatinya. Jika bukan kita, pada siapa lagi mereka akan berlindung di hari tuanya nanti? Marilah sayangi kedua orangtua kita, terutama pada pembahasan kali ini mengenai SANG AYAH YANG SELALU DINILAI ACUH oleh sang anak. Semoga mereka selalu diberi kesehatan oleh Allah Swt. Aamiin.

Sekian blog saya kali ini, semoga bermanfaat. Wasaalamu’alaikum. Wr. Wb